Asa Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang Menjaga Budaya Gotong Royong

ASAAN — Gotong royong merupakan salah satu budaya di Indonesia yang masih terjaga hingga saat ini. Salah satu tempat yang masih sangat menjaga budaya Gotong royong adalah di Dusun Asaan, Desa kadingeh, Kecamatan Baraka.

Dalam beberapa pekerjaan, memang terkadang dibutuhkan banyak tenaga, sehingga pekerjaan akan terasa ringan. Selain itu, gotong royong juga terbukti mampu semakin memupuk kebersamaan dan silaturahim.

Seperti penuturan Tamrin, salah seorang pemuda Asaan yang juga Mahasiswa Pendidikan Nonformal (PNF) di Universitas Muhammadiyah Enrekang di sela gotong royong panen jagung salah seorang warga Asaan, Rabu (29/6/2022).

Dia mengatakan, budaya Gotong Royong ini selain saling membantu antar sesama, juga untuk mempererat suasana kekeluargaan.

“Masyarakat Asaan memiliki semagat gotong royong membantu sesama warga yang sedang membutuhkan bantuan termasuk hari ini panen jagung,” tutur Tamrin, Mahasiswa FNF UNIMEN semester 8.

Menurut dia, semangat gotong royong yang dilakukan warga Dusun Asaan sudah di lakukan sejak lama. Banyak warga yang merasa terbantu dalam melakukan pekerjaan.

Ia menerangkan, sebagai generasi muda, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab merawat kebersamaan dalam bingkai gotong royong.

“Dalam situasi seperti ini, semangat kegotongroyongan perlu dilakukan untuk membantu warga yang membutuhkan perhatian dan pertolongan,” katanya lagi.

Menurutnya, mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas dan pintar, tetapi juga di berikan amanah oleh alam menjaga kelestarian budaya yang bermanfaat dan tidak merugikan siapapun.

Dia berpesan kepada seluruh mahasiswa dimanapun berada, semangat dan budaya gotong royong harus tetap di lestarikan, dan sebagai mahasiswa harusnya tak perlu gengsi dalam pekerjaan apapun.

“Bukan pekerjaannya yang mesti mendapat apresiasi, tapi yang perlu di yakini bahwa dalam gotong royong ada nilai yang tak akan di dapatkan di tempat lain,” tutupnya.

Penulis : Naharuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.